Ekonomi dan Bisnis

Prospek Industri Taksi Cerah

Edisi, 4 Oktober 2014

Harga saham dianggap terlalu mahal.

Prospek Industri Taksi Cerah

JAKARTA - Di tengah gejolak pasar saham domestik, PT Blue Bird tetap melanjutkan rencana penawaran perdana saham kepada publik (IPO) di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan jasa transportasi itu menyatakan langkah IPO dibutuhkan guna mendukung rencana pengembangan usaha perseroan dalam mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar.

Analis saham PT Asjaya Indosurya Securities, William Surya Wijaya, mengatakan IPO perusahaan tersebut merupakan langkah yang tepat. Menurut dia, usaha jasa transportasi masih memiliki prospek yang cerah di Indonesia. "Ada beberapa faktor yang membuat usaha taksi ini masih memiliki prospek yang cerah," tutur William saat dihubungi Tempo, kemarin.

Beberapa faktor yang mendukung jasa transportasi taksi misalnya tarif parkir yang mahal, terbatasnya lahan parkir, serta kemacetan di kota besar. Kondisi tersebut, kata William, membuat orang malas membawa kendaraan pribadi dan mengandalkan jasa transportasi umum.

Menurut William, pesaing berat Blue Bird dalam industri jasa transportasi ini ialah taksi Express. Sedangkan PT Cipaganti Tbk, yang sudah lebih dulu melantai di bursa saham, tidak menjadi pesaing berat. Terlebih setelah Cipaganti masih terhambat dalam ekspansi pasarnya karena ada kasus Koperasi Cipaganti.

Namun, menurut William, harga saham Blue Bird relatif mahal. "Saya melihat harga tersebut cukup premier, seharusnya perseroan mempertimbangkannya," tutur dia. Selain itu, Blue Bird harus bisa mengalokasikan dana dari IPO tersebut dengan tepat.

Analis PT Investa Saran Mandiri, Kiswoyo Adi Joe, mengatakan Blue Bird sudah memiliki brand yang bagus dan pangsa pasar sendiri. "Blue Bird merupakan perusahaan taksi dengan armada terbesar. Nilai plus lain yang dimiliki Blue Bird adalah kapasitas sumber daya manusia dan manajemen operasional yang relatif lebih andal," kata dia.

Meski demikian, ada tantangan besar yang dihadapi Blue Bird, yakni rencana kenaikan harga BBM. Sebab, sebagian besar biaya operasional habis untuk bahan bakar. Kenaikan harga BBM pasti berpengaruh pada kenaikan tarif. "Pelemahan rupiah juga berpengaruh terhadap operasional karena sebagian besar suku cadang kita masih impor."

Perihal harga saham yang ideal, Kiswoyo mengatakan masih perlu menunggu laporan keuangan perusahaan. Saat ini, harga saham Express Group berada di kisaran Rp 1.200 per saham. Jika saham Blue Bird dilepas di atas Express, tanggapan investor akan biasa-biasa saja karena nilai itu dianggap wajar. "Sebaliknya, jika harga saham Blue Bird di pasar sekunder berada di bawah harga saham Express, investor dijamin rebutan," ujar Kiswoyo.

Dalam paparan publik, kemarin, Direktur Blue Bird Sigit Priawan Djokosoetono mengatakan perusahaannya berencana menawarkan sekitar 531,4 juta lembar saham atau 20 persen dari modal ditempatkan dan modal disetor penuh perseroan. Blue Bird melepas sahamnya per lembar dengan harga Rp 7.200-9.300.

Dari perolehan dana IPO tersebut, sekitar 50 persen akan digunakan untuk membiayai belanja modal, termasuk pembelian kendaraan dan akuisisi pool. Sekitar 35,71 persen akan digunakan untuk melunasi pinjaman. Sebanyak 14,29 persen sisanya akan digunakan sebagai modal kerja perseroan dan entitas anak perusahaan.

Penawaran saham dilakukan pada 24-28 Oktober 2014, sehingga pada 3 November saham Blue Bird sudah tertera di Bursa Efek Indonesia. Blue Bird juga akan membuka penawaran di Singapura, Hong Kong, Inggris, dan Amerika Serikat. Karyawan Blue Bird juga diberi kesempatan memiliki perusahaan (employee stock allocation).

Presiden Direktur PT Blue Bird, Purnomo Prawiro, mengatakan perusahaan serius berupaya memperkuat posisi di bidang jasa transportasi. Cara yang ditempuh adalah menambah jumlah armada, memperkuat penetrasi dan ekspansi ke lokasi baru, serta mengembangkan bisnis limusin dan sewa mobil atau bus. "Kami terus memperkuat kualitas pelayanan dan efisiensi operasional," ujarnya.

Sigit mengatakan perseroan tetap optimistis melanjutkan IPO di tengah kondisi ekonomi Indonesia yang kurang stabil. Indonesia, kata dia, merupakan salah satu negara ASEAN yang memiliki kinerja ekonomi cukup baik. "Walaupun kondisi makro kurang stabil, kami sangat optimistis pertumbuhan taksi akan terus berkembang," ucapnya.

Menurut dia, pangsa pasar taksi di Indonesia masih cukup luas. Selain itu, potensi pertumbuhannya masih tinggi sehingga terbuka bagi Blue Bird melakukan pengembangan. Saat ini, 30 ribu lebih armada Blue Bird tersebar di Jakarta dan sekitarnya, Bali, Bandung, Banten, Batam, Lombok, Manado, Medan, Padang, Pekanbaru, Palembang, Semarang, Solo, Surabaya, dan Yogyakarta.

Hal yang sama diungkapkan Direktur PT Danareksa Sekuritas, Iman Hilmansyah. Menurut dia, jatuhnya IHSG hanya sementara. Ia belum bisa memprediksi hasil IPO, tapi optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan positif sehingga tidak akan berdampak buruk terhadap saham. "Kami yakin ekonomi Indonesia akan tumbuh dengan angka yang baik," tuturnya.

Danareksa bersama PT Credit Suisse Securities Indonesia, dan PT UBS Securities Indonesia, menjadi penjamin emisi efek dalam IPO ini.GANGSAR PARIKESIT | M. AZHAR


Jenis usaha:
1. Taksi reguler, Blue Bird & Pusaka
2. Taksi eksekutif, Silver Bird
3. Limusin dan penyewaan mobil, Golden Bird
4. Bus carter, Big Bird
5. Jasa logistik, Iron Bird Logistic
6. Industri, Restu Ibu Pusaka-Karoseri Bus & Pusaka Niaga Indonesia
7. Properti, Holiday Resort Lombok & Pusaka Bumi Mutiara
8. Layanan Pendukung, Hermis Consulting-IT SAP, Pusaka Integrasi Mandiri-EDC, Pusaka GPS, Pusaka Buana Utama-SPBU
9. Alat berat, Pusaka Andalan Perkasa & Pusaka Bumi Transportasi SUMBER: SITUS PERUSAHAAN

JAKARTA - Di tengah gejolak pasar saham domestik, PT Blue Bird tetap melanjutkan rencana penawaran perdana saham kepada publik (IPO) di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan jasa transportasi itu menyatakan langkah IPO dibutuhkan guna mendukung rencana pengembangan usaha perseroan dalam mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar.

Analis saham PT Asjaya Indosurya Securities, William Surya Wijaya, mengatakan IPO perusahaan tersebut merupakan lang

...

Silahkan Login / Register untuk melanjutkan membaca artikel ini.
Anda akan mendapatkan 4 artikel gratis setelah Register.

Hubungi Kami:

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB