Berita Utama

Layanan Gratis Setengah Hati

Edisi, 8 Juli 2021

Pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri kecewa karena platform telemedisin yang digandeng pemerintah tidak sepenuhnya memberikan layanan gratis.

Konsultasi dengan dokter terkait kesehatannya menggunakan aplikasi HaloDoc, 30 Juni 2021. Tempo/Nurdiansah

JAKARTA – Kementerian Kesehatan menggandeng 11 platform telemedisin (konsultasi kesehatan virtual) untuk memfasilitasi pasien positif Covid-19 yang menjalani karantina mandiri di rumah. Pasien yang bergejala ringan dijanjikan akan mendapat layanan konsultasi dokter dan paket obat secara gratis. Namun layanan kesehatan virtual itu ternyata dibatasi untuk pasien yang menjalani isolasi di wilayah Jakarta dan memiliki hasil tes usap polymerase chain reaction (PCR) dari laboratorium rekanan Kementerian Kesehatan.

"Saya coba ke beberapa aplikasi yang bekerja sama dengan pemerintah, ternyata masih harus bayar," kata Sandra Ayu, 25 tahun, warga Kuningan Barat, Jakarta Selatan, kemarin. "Obat juga masih harus tebus dan bayar sendiri."

Kenyataan itu tentu membuat Sandra kecewa. Padahal ia berharap bisa mendapat obat secara gratis selama menjalani karantina di rumah. Sebab, selain harga obat cukup mahal, ia kesulitan mencari obat-obat yang diresepkan dokter secara virtual.

Sandra mengalami gejala Covid-19 pada 30 Juni lalu. Tenggorokan terasa sakit dan suhu tubuhnya mencapai 37,5 derajat Celsius. Kemampuan indra penciuman dan pengecapannya juga menurun. Tiga hari kemudian, dia menjalani tes PCR dan hasilnya positif. Ia terpaksa menjalani isolasi mandiri karena fasilitas kesehatan yang disediakan pemerintah telah terisi penuh. Untuk berjaga-jaga, Sandra mengunduh beberapa aplikasi telemedisin dan akhirnya memilih Halodoc. "Harga konsultasinya beragam, dari Rp 15 ribu hingga Rp 60 ribu," katanya. "Biasanya dokter spesialis agak mahal."

Sandra merasa tidak punya pilihan karena ingin segera pulih. Dokter menuliskan resep obat dan vitamin yang total harganya mencapai Rp 500 ribu. Obat itu belum termasuk obat antivirus dan radang tenggorokan yang biasa diresepkan untuk orang yang terinfeksi virus corona. "Total sudah sampai satu juta rupiah untuk isolasi di rumah selama kurang-lebih satu pekan ini," kata dia.

Pemerintah memunculkan program kerja sama dengan platform telemedisin karena jumlah pasien Covid-19 bertambah dengan cepat, sementara fasilitas kesehatan tidak bisa lagi menampung semua pasien. Para pasien akhirnya menjalani isolasi mandiri dengan segala keterbatasan. Berdasarkan catatan LaporCovid-19, sedikitnya 269 pasien meninggal saat menjalani karantina mandiri.

Tampilan berbagai aplikasi telemedisin. Istimewa

Kerja sama Kementerian Kesehatan dengan platform telemedisin ini diharapkan bisa membantu pasien yang menjalani karantina mandiri. Mereka bisa berkonsultasi dengan dokter dan mendapat obat yang tepat. Adapun platform telemedisin yang digandeng Kementerian Kesehatan itu adalah Alodokter, GetWell, Good Doctor, Halodoc, KlikDokter, KlinikGo, Link Sehat, Milvik Dokter, ProSehat, SehatQ, dan YesDok.

Friski Riana, yang juga terinfeksi virus corona dan menjalani isolasi mandiri di rumah, memilih aplikasi GoodDoctor. Perempuan berusia 27 tahun itu menilai, meski GoodDoctor telah digandeng Kementerian Kesehatan, harga yang diberikan tetap sama dengan sebelum ada kerja sama. Platform yang terintegrasi dengan GrabHealth tersebut hanya memberikan beberapa penawaran untuk mengurangi biaya konsultasi dari Rp 60-65 ribu menjadi Rp 10 ribu. Begitu juga saat Friski menebus resep obat. "Bayar Rp 453.100 untuk obat dan vitamin saja. Itu belum termasuk ongkos kirim," ujar warga Depok, Jawa Barat, tersebut.

Tempo juga sudah mencoba aplikasi KlikDokter bikinan PT Medika Komunika Teknologi dan Kalbe Farma. Platform ini memang memberikan layanan konsultasi gratis selama 30 menit, khusus untuk pasien yang terinfeksi virus corona. Namun layanan itu sudah berjalan sebelum ada kerja sama dengan Kementerian Kesehatan. "Paket terapi hasil kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan hanya berlaku untuk pasien yang mendapat pesan WhatsApp dari Kementerian Kesehatan berisi kode akses," kata pegawai customer service KlikDokter.

Layanan kesehatan lewat telemedisin juga diluncurkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui aplikasi Pikobar, beberapa hari lalu. Pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran Rp 140 miliar agar bisa memberikan layanan konsultasi dan obat gratis bagi pasien yang menjalani isolasi mandiri. Namun Exist In Exist, 27 tahun, mengatakan layanan itu sama sekali tidak berjalan. "Sudah mengisi data identitas dan bukti keterangan positif, tapi hingga hari ini tak ada respons apa pun," kata warga Depok yang menjalani isolasi mandiri sejak 26 Juni lalu itu.

Exist akhirnya memakai paket 14 kali konsultasi daring di salah satu platform kesehatan dengan biaya Rp 100 ribu. Beberapa kali dia harus membeli obat secara online berdasarkan resep dokter dengan nominal mencapai Rp 490 ribu per resep. Angka ini melonjak hingga lebih dari Rp 2 juta saat ibunya kemudian terjangkit Covid-19 dan harus menjalani karantina mandiri. "Mungkin kalau orang yang ekonominya tak terlalu baik, pasti akan kesulitan membeli obat dan vitamin yang harganya segitu," kata dia. "Saya sering mendapat cerita banyak orang meninggal saat isolasi mandiri karena tak meminum obat dan vitamin."

FRANSISCO ROSARIANS

JAKARTA – Kementerian Kesehatan menggandeng 11 platform telemedisin (konsultasi kesehatan virtual) untuk memfasilitasi pasien positif Covid-19 yang menjalani karantina mandiri di rumah. Pasien yang bergejala ringan dijanjikan akan mendapat layanan konsultasi dokter dan paket obat secara gratis. Namun layanan kesehatan virtual itu ternyata dibatasi untuk pasien yang menjalani isolasi di wilayah Jakarta dan memiliki hasil tes usap poly

...

Silahkan Login / Register untuk melanjutkan membaca artikel ini.
Anda akan mendapatkan 4 artikel gratis setelah Register.

Hubungi Kami:

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB