Berita Utama

DKI Mengklaim Banjir Surut Lebih Cepat

Edisi, 22 Februari 2021

BMKG memprediksi curah hujan lebat kembali mengguyur Jakarta dan sekitarnya pada besok dan lusa.

Banjir di Kawasan Cipinang Melayu, Jakarta, 21 Februari 2021. TEMPO/Muhammad Hidayat

JAKARTA – Pemerintah DKI Jakarta mengklaim semakin mampu mempercepat durasi penyusutan banjir. Jurus andalan mereka adalah pompa mobil dan pompa apung yang mampu menyedot genangan di permukiman warga dengan jalan sempit.

Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan, Mustajab, menyatakan strategi tersebut terbukti ampuh mengeringkan banjir setinggi 40-150 sentimeter di kawasan Kemang dan Tendean, Kecamatan Mampang Prapatan. “Di Kemang, alat kami turun sekitar jam 10 malam (20 Februari). Genangan berhasil surut sekitar jam 2 pagi (21 Februari),” kata dia kepada Tempo, kemarin.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menargetkan penghapusan genangan dalam waktu kurang dari enam jam. Namun, Mustajab melanjutkan, target ini hanya untuk banjir yang disebabkan oleh hujan lokal. Dengan demikian, genangan dapat segera dipompa ke sungai terdekat.
 
Kondisi itu berbeda dengan banjir yang merendam 113 rukun warga pada Sabtu lalu. Sebab, banjir itu merupakan dampak dari curah hujan tinggi dan debit sungai yang berlebih. Akibatnya, tidak ada tempat buat mengalirkan genangan. Petugas baru bisa bergerak memompa saat debit sungai menurun. “Genangan Kali Krukut di Gatot Soebroto dan Universitas Atmajaya bisa lebih cepat turun karena ada Kali Karet yang pada malam hari surut,” ujar dia.

Dinas Sumber Daya Air tercatat mengaktifkan 662 pompa dalam penanganan banjir Ibu Kota tahun ini. Sebanyak 487 unit pompa stasioner atau rumah pompa telah aktif di 178 lokasi. Selain itu, DKI mendatangkan 175 pompa mobil yang terdiri atas 65 pompa apung berkapasitas 50 liter per detik serta pompa portabel berkekuatan 350 dan 1.000 liter per detik.

Banjir di Kampung Baru I, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, 20 Februari 2021. TEMPO/Imam Sukamto

Hingga malam tadi, Pemerintah Kota Jakarta Selatan mencatat masih tersisa dua wilayah yang masih terendam, yaitu Kuningan Barat dan Pondok Jaya. Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto mengatakan di Jakarta Barat masih ada 10 titik genangan karena belum debit sungai dekat lokasi masih tinggi. Dia berjanji petugas akan langsung memompa air di kesempatan pertama. “Dalam hitungan jam semua bergerak dan surut,” kata dia.

Selain pompa, Uus melanjutkan, DKI lebih siap dalam penanganan banjir karena kelengkapan protokol yang diberikan Gubernur Anies Baswedan kepada seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Hal ini, kata dia, membuat koordinasi dan pembagian tugas penanganan banjir lebih efektif. Sistem ini juga yang membangun percepatan komunikasi di antara petugas di wilayah yang terkena dampak dengan dinas terkait.

Sesuai dengan protokol, kata Uus, petugas penjaga pintu air bersama pengurus tingkat rukun tetangga dan rukun warga mengawasi dan melaporkan potensi banjir. Dinas SDA bertugas mengirim dan menyiapkan pompa. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran memimpin proses evakuasi dengan bantuan Satuan Polisi Pamong Praja, kepolisian, dan TNI. BPDB bersama dinas sosial dan pengurus RT/RW kemudian menyiapkan lokasi pengungsian yang sesuai dengan protokol Covid-19.

Setelah banjir surut, Dinas Lingkungan Hidup dan tenaga penanganan sarana dan prasarana umum (PPSU) menyisir lokasi yang terkena dampak banjir untuk membersihkan sisa lumpur dan sampah. “Kami optimistis bisa menangani banjir lebih baik,” kata Uus.

Anies menyatakan penanganan banjir Ibu Kota melibatkan seluruh unsur pemerintah, kepolisian, TNI, dan warga. Menurut dia, dalam ancaman bah, pemerintah berfokus pada penanganan dampak dan korban. Meski belum berhasil total, dia mengklaim pemerintah mampu mempercepat masa surut genangan banjir maksimal satu hari atau 24 jam. “Sekarang masih dalam posisi bersiap dan waspada, terutama mengacu pada imbauan BMKG,” kata Anies.

Bus Transjakarta berhenti untuk menghindari banjir di Tol JORR TB Simatupang, Jakarta Selatan, 20 Februari 2021. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan intensitas hujan di Ibu Kota dan sekitarnya akan meningkat pada besok dan lusa. Hal ini tampak pada perubahan warna zona cuaca di atas wilayah DKI yang mulai berganti dari hijau menjadi kuning hingga kemerahan pada Selasa mendatang. Berdasarkan parameter cuaca, zona kuning berarti memiliki potensi hujan dengan intensitas tinggi atau 100-150 milimeter per hari. Sedangkan merah berarti hujan lebat dengan curah di atas 150 milimeter per hari.

"Ada beberapa faktor penyebab banjir di DKI Jakarta, yaitu hujan yang jatuh di sekitar Jabodetabek yang bermuara di Jakarta, kemudian hujan yang jatuh di Jakarta sendiri serta ada pasang laut. Selain itu, daya dukung lingkungan sangat berpengaruh," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto.

FRANSISCO ROSARIANS l ADAM PRIREZA

JAKARTA – Pemerintah DKI Jakarta mengklaim semakin mampu mempercepat durasi penyusutan banjir. Jurus andalan mereka adalah pompa mobil dan pompa apung yang mampu menyedot genangan di permukiman warga dengan jalan sempit.

Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan, Mustajab, menyatakan strategi tersebut terbukti ampuh mengeringkan banjir setinggi 40-150 sentimeter di kawasan Kemang dan Tendean, Kecamatan Mampang Prapatan. “Di K

...

Silahkan Login / Register untuk melanjutkan membaca artikel ini.
Anda akan mendapatkan 4 artikel gratis setelah Register.

Hubungi Kami:

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB