Berita Utama

Trah Jokowi Berjaya di Ajang Pilkada

Edisi, 10 Desember 2020

Status sebagai anak dan menantu presiden menjadi faktor penentu kemenangan Gibran dan Bobby.

Gibran Rakabuming menggunakan hak pilihnya pada Pilkada Solo, di TPS 22, Kampung Tirtoyoso, Kelurahan Manahan, Solo, Jawa Tengah, 9 Desember 2020. Tempo/Bram Selo Agung Mardika

JAKARTA – Hasil hitung cepat pemilihan kepala daerah serentak membuka jalan bagi Joko Widodo untuk memperpanjang kiprahnya di pentas politik Indonesia. Jauh sebelum masa jabatan keduanya sebagai presiden berakhir pada 2024, Jokowi sudah menempatkan penerusnya di jajaran elite politik—setidaknya untuk tingkat lokal.

Anak sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, diproyeksikan menang telak dalam pemilihan Wali Kota Solo, Jawa Tengah. Sedangkan menantu Jokowi, Bobby Afif Nasution, diperkirakan memenangi pemilihan Wali Kota Medan, Sumatera Utara, meski selisih perolehan suaranya tidak terpaut jauh dari rivalnya.

Di Solo, Gibran, yang berpasangan dengan Teguh Prakosa, unggul jauh dari pasangan Bagyo Wahyono-F.X. Supardjo. Berdasarkan hasil hitung cepat lembaga survei Charta Politika, pasangan Gibran-Teguh meraih 87,15 persen suara.

Ketua tim pemenangan Gibran-Teguh, Putut Gunawan, mengatakan perolehan suara itu masih di bawah target awal, yakni 92 persen suara. Meski penghitungan belum final, Putut yakin hasil hitung cepat tak akan jauh berbeda dari hasil penghitungan resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) nanti. “Biasanya tidak berselisih banyak dengan hasil akhir,” kata dia.

Kemenangan Gibran di Solo sudah diperkirakan banyak kalangan. Pengamat politik dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Arya Fernandes, mengatakan Gibran sudah diprediksi menang mudah sebelum pemilihan dimulai. “Solo jadi wilayah Gibran,” kata dia.

Modal awal Gibran, menurut Arya, adalah statusnya sebagai anak Presiden Jokowi yang juga bekas Wali Kota Solo selama dua periode. Faktor berikutnya adalah dukungan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang menjadi pemenang pemilu legislatif di Solo. Meski awalnya pengurus daerah dan pusat PDIP sempat terbelah, partai berlambang kepala banteng itu akhirnya bulat mendukung Gibran.  

Faktor penentu kemenangan lainnya, menurut Arya, adalah rival Gibran yang lemah. Pasangan Bagyo-Supardjo, yang maju dari jalur perseorangan, kurang populer. Buktinya, mereka kalah di bilik pemungutan suara tempat keduanya mencoblos.

Dalam perjalanan kontestasi politik, menurut pengamatan Arya, kapasitas Gibran pun berkembang. “Terasa sekali ada perubahan Gibran dari caranya berbicara,” kata dia. “Saya pikir ada tim profesional yang mendukungnya.”

Di Medan, Bobby, yang menggandeng Aulia Rachman, juga unggul atas pesaingnya, pasangan Akhyar Nasution-Salman Al Farisi. Dari hasil hitung cepat Poltracking, Bobby mendapat 55,19 persen suara. Bobby juga mengklaim menang berdasarkan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei lainnya. Meski begitu, Bobby masih menunggu hasil resmi dari KPU. “Mudah-mudahan ini gambaran dari yang dihasilkan,” ujar dia.

Sebelum pencoblosan, Bobby sempat menghubungi Presiden Jokowi untuk meminta restu. Sang mertua mengingatkannya agar menjaga kesehatan dan bersemangat, sembari menunggu hasil resmi KPU. Selepas pencoblosan, Bobby kembali menghubungi Jokowi.

Bersama Aulia, kemarin sore Bobby menemui Ketua Golkar Sumatera Utara, Musa Rajekshah, di kantornya. Keduanya datang menyampaikan terima kasih atas dukungan partai berlambang beringin itu. “Saya mewakili seluruh tim berterima kasih kepada keluarga besar Partai Golkar,” ujar Bobby.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Arifin Siregar, mengidentifikasi sejumlah faktor penentu kemenangan Bobby-Aulia. Di samping dukungan mayoritas partai politik di Medan, menurut dia, label sebagai menantu Jokowi merupakan faktor penentu kemenangan Bobby. “Label itu meningkatkan popularitas Bobby dengan cepat,” kata Arifin.

Pilihan materi debat serta isu kampanye, menurut Arifin, juga mempengaruhi kemenangan Bobby-Aulia. Dalam debat pasangan calon, Bobby-Aulia kerap menyinggung kawasan Medan bagian utara yang lebih tertinggal dari bagian selatan kota itu. “Tapi, secara angka, tidak ada wilayah yang Bobby menangi secara mencolok,” katanya.

Bila kemenangan Gibran dan Bobby dikukuhkan KPU, Jokowi akan mengukir sejarah baru. Setelah sukses naik ke panggung politik nasional lewat pemilihan langsung dari level wali kota, Jokowi kini menempatkan anak-menantunya dalam jabatan wali kota lewat pemilihan langsung juga.

AHMAD RAFIQ (SOLO) | MEI (MEDAN) | ANTARA | DIKO OKTARA


 

 

JAKARTA – Hasil hitung cepat pemilihan kepala daerah serentak membuka jalan bagi Joko Widodo untuk memperpanjang kiprahnya di pentas politik Indonesia. Jauh sebelum masa jabatan keduanya sebagai presiden berakhir pada 2024, Jokowi sudah menempatkan penerusnya di jajaran elite politik—setidaknya untuk tingkat lokal.

Anak sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, diproyeksikan menang telak dalam pemilihan Wali Kota Solo, Jawa Tengah.

...

Silahkan Login / Register untuk melanjutkan membaca artikel ini.
Anda akan mendapatkan 4 artikel gratis setelah Register.

Hubungi Kami:

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB