cloudfront
Kamis, 19 Desember 2013
Forgot Password Register Langganan cari
metro
Kamis, 19 Desember 2013
FREE!

Pejabat Dinas Tata Ruang Jakarta Timur Terancam Dicopot

JAKARTA - Kasus duplikasi tender proyek yang melibatkan Kepala Suku Dinas Tata Ruang Kota Administrasi Jakarta Timur Monggur Siahaan akan berdampak pada jabatannya. Kepala Bidang Pengembangan Badan Kepegawaian Daerah DKI Jakarta, Chaidir, mengatakan sudah mempersiapkan proses pembebasan Monggur Siahaan dari jabatan struktural dan status pegawai negeri. "Kami sudah surati Kepala Dinas Tata Ruang DKI," kata dia kemarin.

Chaidir mengatakan tujuan pembebasan jabatan ini agar proses hukum yang dijalani Monggur berjalan lancar dan tak mengganggu pelayanan publik. Menurut dia, surat yang dilayangkan ke Kepala Dinas Tata Ruang DKI Jakarta I Made Karmayoga bertujuan meminta bukti surat penahanan Monggur.

Setelah menerima bukti penahanan, kata Chaidir, pihaknya akan memproses pemberhentian Monggur sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 100 Tahun 2012 tentang Tunjangan Jabatan Fungsional Peneliti. Monggur, kata dia, kemudian akan digantikan seorang pelaksana tugas yang ditunjuk kepala dinas. "Setelah itu, maka dia resmi dicopot dari jabatannya," ujar Chaidir.

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Metro Jaya menangkap Monggur Siahaan selaku Ketua Pemeriksa Jasa Konsultasi dan PPK pengganti pada tahun anggaran 2010. Monggur diduga meloloskan duplikasi tender proyek pembuatan peta topografi skala 1 : 1.000 dan tak memeriksa daftar tenaga ahli yang dibutuhkan dalam proyek tersebut.

Monggur kini telah ditahan polisi beserta AS, pensiunan pegawai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang dulu menjabat Pejabat Pembuat Komitmen proyek tersebut. Korupsi yang dilakukan kedua pegawai dinas itu membuat negara rugi Rp 3,8 miliar.

Kini polisi masih memburu rekanan Dinas Tata Ruang DKI Jakarta yang diduga kongkalikong dengan Monggur. Ketiganya adalah Gregorius Harioatmanto selaku Direktur Utama PT Waindo Specterra, Indra Hadimijaya (Direktur Utama PT Damarwuri Utama), dan Arifin Tjekiagus (Direktur Utama PT Eksa Internasional). Konsorsium yang terdiri atas tiga perusahaan itu memenangi tender senilai Rp 11,2 miliar dari proyek berpagu anggaran Rp 15 miliar. "Tiga orang itu sudah jadi tersangka dan masih dalam pencarian," ujar juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, kemarin.

Modusnya, mereka menduplikasi item pengerjaan proyek, yang seharusnya dianggarkan pada 2010 tapi kembali dipagukan pada 2011. Para tersangka akan dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Mereka diancam hukuman maksimal 20 tahun penjara akibat perbuatan tersebut. LINDA HAIRANI | M. ANDI PERDANA

Menagih Janji Jaksa Agung
Perampok Satroni Dua Minimarket dalam Semalam


Arsip
Edisi Sebelumnya
Edisi Sebelumnya
Rabu, 18 Desember 2013

Dinasti Atut Rontok

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi akhirnya menetapkan Gubernur Banten Atut Chosiyah Chasan sebagai tersangka dalam dua kasus Menurut Ketua KPK