cloudfront
Selasa, 03 September 2013
Forgot Password Register Langganan cari
Ekonomi_dan_bisnis
Selasa, 03 September 2013
FREE!

Genjot Pemasukan Pajak, Kemenkeu Tambah Pegawai Baru

JAKARTA - Kementerian Keuangan akan menambah jumlah pegawai baru yang akan diterima tahun depan sebanyak 10.235 orang. Angka tersebut lebih tinggi dibanding jumlah pegawai yang diterima pada tahun (8.967 orang).

Mayoritas tambahan pegawai baru itu akan dialokasikan ke Direktorat Jenderal Pajak, sehingga pendapatan negara dari sektor pajak dapat ditingkatkan. Permintaan penambahan jumlah pegawai baru di Kementerian Keuangan itu telah disetujui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan proporsi yang ideal antara auditor pajak dan masyarakat yang dilayani akan mengoptimalkan pendapatan negara dari sektor pajak. Ia mencontohkan, negara maju seperti Jepang, yang berpenduduk 127 juta jiwa, memiliki 66 ribu auditor pajak.

Menurut Basri, Indonesia, yang memiliki penduduk berjumlah sekitar 241 juta jiwa, hanya memiliki 33 ribu auditor pajak. "Pendapatan negara Jepang lebih baik karena audit pegawainya lebih maksimal," kata dia, di gedung parlemen, kemarin. Adapun pemerintah mematok target penerimaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2013 sebesar Rp 995,2 triliun.

Anggota Komisi Keuangan dan Perbankan Dewan Perwakilan Rakyat, Dolfie O.F.P., mengaku tak yakin penambahan jumlah pegawai baru pajak bakal efektif menggenjot penerimaan negara. Pasalnya, sejak tahun lalu, penerimaan pegawai baru di sebuah instansi selalu diiringi oleh kenaikan nilai anggaran untuk instansi tersebut. "Tapi target penerimaan pajak negara tidak pernah tercapai."

Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Fuad Rahmany mengatakan pihaknya telah memiliki metode penghitungan efektivitas karyawan dengan indikator anggaran dan penerimaan negara. Dia mencontohkan, pada 2010, dana Rp 1 miliar yang dikeluarkan pemerintah menghasilkan penerimaan sebesar Rp 122 miliar.

"Jumlah itu terus naik hingga pada 2012, dari Rp 1 miliar yang dianggarkan, diperoleh Rp 163,3 miliar. Meski tidak mencapai target, selalu ada kenaikan pendapatan," kata Fuad.DIAN KURNIATI

PPATK Temukan Transaksi Mencurigakan
Nasabah Investasi Emas Mengadu ke DPR


Arsip
Edisi Sebelumnya
Edisi Sebelumnya
Senin, 02 September 2013

Adhi Karya dan Wika Diduga Suap Rp 35 Miliar

JAKARTA - Hasil audit investigasi tahap II proyek Hambalang oleh Badan Pemeriksa Keuangan menemukan adanya dugaan rekayasa laporan keuangan oleh