cloudfront
Kamis, 13 Juni 2013
Forgot Password Register Langganan cari
nusa
Kamis, 13 Juni 2013
FREE!

Bakal Calon Gubernur Jawa Timur Jalani Tes Kesehatan

 Bakal Calon Gubernur Jawa Timur Jalani Tes Kesehatan

SURABAYA - Tiga pasangan bakal calon Gubernur Jawa Timur menjalani pemeriksaan kesehatan di RSUD Dr Soetomo Surabaya, kemarin. Mereka adalah pasangan Bambang Dwi Hartono dan Said Abdullah, bakal calon gubernur independen Eggi Sudjana dan M. Sihat, serta Khofifah Indar Parawansa dan Bambang Sumawiredja. Bakal calon gubernur inkumben Soekarwo dan Saifullah Yusuf menjadwalkan tes kesehatan pada 17 Juni.

Direktur RSUD Dr Soetomo, Dodo Andono, mengatakan pasangan calon gubernur mengikuti 11 tes meliputi pemeriksaan laboratorium, penyakit dalam dan saraf. "Untuk Khofifah ada tambahan pengecekan kandungan," katanya kemarin.

Menurut Ketua KPU Jawa Timur Andrew Dewantara Ahmad, tes kesehatan para bakal calon gubernur dan wakil gubernur ada dua tahap, yakni pada 12-13 Juni 2013 dan 17-18 Juni. Hasil tes kesehatan dapat diketahui pada 22 Juni. Para calon juga wajib menjalani tes psikologi pada tahap pertama di hari kedua.

Komisioner KPU Jawa Timur Divisi Teknis dan Penyelenggaraan Data Agus Mahcfudz Fauzi mengatakan hasil pemeriksaan akan menjadi salah satu penentu lolos-tidaknya bakal calon. Tim dokter akan memberikan rekomendasi mampu atau tidak mampu calon menjadi kepala daerah. Jika tidak mampu, tim dokter bisa memberikan semacam kiat dan obat sehingga yang bersangkutan tetap bisa menjadi kepala daerah. "Hasil medis ini cukup berpengaruh," kata Agus.

Penanggung jawab tes kesehatan bagi pasangan bakal calon gubernur-wakil gubernur Dodo Anondo mengatakan pemeriksaan ini melibatkan 20 dokter spesialis. Hasil pemeriksaan akan diberikan kepada KPU pada 22 Juni 2013 dalam bentuk rekomendasi. "Blangko itu cuma dua, sehat atau tidak sehat menjalankan tugas sebagai gubernur atau wakil gubernur," tuturnya.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia Jawa Timur, Purnomo Budi Setiawan, mengatakan ada kriteria yang sudah dibuat Pengurus Besar IDI untuk menentukan seseorang sehat menjalankan tugas sebagai kepala daerah. Yang penting, menurut dia, bukan menentukan penyakit yang diderita seseorang. "Namun apakah dengan suatu penyakit itu akan berhalangan melakukan tugas kepala daerah."

Khofifah Indar Parawansa, yang menjalani pemeriksaan kesehatan, mengatakan tes ini hanyalah pemeriksaan rutin biasa. "Enggak usah dibikin heboh. Lihat, aku semangat atau loyo?"AGITA SUKMA LISTYANTI | ARIEF RIZQI HIDAYAT

Surabaya Rencanakan Penghijauan Vertikal
Tangani NA, Polisi Libatkan Keluarga


Arsip
Edisi Sebelumnya
Edisi Sebelumnya
Rabu, 12 Juni 2013

Nilai 10 BUMN Anjlok Rp 178 Triliun

JAKARTA - Anjloknya indeks harga saham gabungan IHSG memukul saham perusahaan badan usaha milik negara Akibatnya nilai pasar perusahaan BUMN