cloudfront
Selasa, 11 Juni 2013
Forgot Password Register Langganan cari
nusa
Selasa, 11 Juni 2013
FREE!

Banyuasin dan Empat Lawang Memanas

PALEMBANG - Dua kabupaten di Sumatera Selatan, yakni Kabupaten Banyuasin dan Empat Lawang, memanas seusai pemilihan bupati di dua wilayah itu pada 6 Juni lalu. Situasi ini merupakan buntut dari tingginya kecurigaan di antara pendukung pasangan calon.

Di dua kabupaten itu, pemilihan bupati berlangsung bersamaan dengan pemilihan Gubernur Sumatera Selatan. Di Kabupaten Empat Lawang, dikabarkan dua warga dan seorang polisi terluka akibat bentrokan antar-pendukung. Sedangkan di Banyuasin, ribuan pendukung lima kandidat menutup jalan lintas Sumatera Palembang-Jambi kemarin.

"Ketegangan diakibatkan gesekan yang timbul seusai pemungutan suara," kata juru bicara Kepolisian Daerah Sumatera Selatan, Ajun Komisaris Besar R. Djarod Padakova, kemarin.

Polisi, kata Djarod, sudah memperketat pengamanan kantor Komisi Pemilihan Umum, kediaman masing-masing calon, dan kantor pemerintahan. "Yang di Empat Lawang sudah kondusif. Sedangkan yang di Banyuasin, kami berusaha agar tidak ada blokade jalan," ujar dia.

Ketegangan di Empat Lawang, kata Djarod, terjadi pada Ahad lalu. Dua warga Kecamatan Muara Pinang dan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pagar Alam Ajun Komisaris Nanang S. terluka dibacok dan terkena lemparan benda tumpul setelah terjadi bentrokan di lokasi penghitungan suara tingkat kecamatan.

Kejadian ini merupakan buntut dari aksi saling curiga selama proses penghitungan suara antara pendukung pasangan inkumben Budi Antoni Aljufri-Syahril dan pasangan Joncik Muhamammad-Ali Halimi. Kedua pasangan ini memperoleh suara terbanyak dibanding kandidat lain.

Kondisi ketiga korban membaik. "Kami belum menetapkan tersangka. Yang lebih penting menjaga keamanan warga," kata Djarod.

Kejadian hampir sama terjadi sehari sebelumnya di Kabupaten Banyuasin. KPU Banyuasin mendiskualifikasi pasangan calon nomor urut 1 Yan Anton Ferdian- S.A. Supriono. Ahad lalu, KPU Sumatera Selatan membatalkan putusan KPU Banyuasin lantaran ditemukan unsur pemaksaan oleh lima kandidat lain.

"KPUD tidak boleh mengambil keputusan jika di bawah tekanan dari pihak mana pun. Terbukti teman-teman di Banyuasin dipaksa oleh banyak orang," kata Chandra Puspa Mirza, anggota KPU Sumatera Selatan, kemarin.

Pembatalan itu menimbulkan unjuk rasa ribuan pendukung pasangan nomor urut 2 dan seterusnya, yakni Agus Saputra-Sugeng, Hasbi-Agus Sutikno, Arkoni-Nurmala Dewi, Askolani-Idasril, dan pasangan Slamet-Syamsuri, kemarin.

Mereka mendesak KPU Banyuasin konsisten dengan keputusan mendiskualifikasi pasangan Yan Anton-S.A. Supriono. Massa memprotes, seraya mendatangi kantor pemerintah kabupaten dan KPU setempat serta memblokade jalan lintas Sumatera.

"Silakan memprotes dan menyampaikan bukti pelanggaran yang ada. Tapi tidak boleh ada penekanan," kata Chandra.PARLIZA HENDRAWAN

Ahmadiyah Gugat Wali Kota Bekasi
Pemukul Pramugari Dijemput Paksa


Arsip
Edisi Sebelumnya
Edisi Sebelumnya
Senin, 10 Juni 2013

MKGR Disebut Terima Rp 1,2 Miliar dari Yudi Setiawan

JAKARTA - Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong organisasi sayap Partai Golkar ditengarai mendapat kucuran dana Rp miliar Yudi Setiawan mengaku menyerahkan