cloudfront
Jum at, 07 Juni 2013
Forgot Password Register Langganan cari
opini
Jum at, 07 Juni 2013
FREE!

Tanggapan Kementerian Pertahanan RI

Mencermati pemberitaan Koran Tempo edisi 1 Juni 2013 dengan judul "Pesawat TNI AU Terlambat Datang", berita tersebut memuat informasi yang kurang tepat sehingga perlu tanggapan agar tidak menimbulkan salah persepsi di kalangan masyarakat pembaca.

Informasi yang dimuat antara lain:



  • Alinea 1 yang menyebutkan: Markas Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara bakal terlambat menerima empat pesawat terbang latih Grob G-120 TP yang dipesan dari Jerman. "Seharusnya tiba di Tanah Air Mei ini. Karena ada masalah prosedur, pesanan ini terlambat datang," kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama TNI Bambang Supriyadi kemarin.

  • Alinea 2 yang menyebutkan: masalah prosedural yang dimaksudkan oleh Bambang adalah belum rampungnya surat izin dari produsen pesawat. Grob Aircraft Indonesia memesan 18 unit pesawat Grob G-120 TP pada 2011. Tapi, sesuai dengan perjanjian, Grob akan mengirim secara bertahap hingga akhir 2014.


Menanggapi pernyataan tersebut, maka disampaikan hal-hal sebagai berikut:



  • Berdasarkan kontrak jual-beli antara Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan Grob Aircraft Ag, Tussenhausen Mattsies, Jerman, tanggal 28 Desember 2011 tentang pengadaan pesawat pengganti AS-202 dan T-34C menjadi satu tipe pesawat beserta dukungannya, Kemhan RI membeli 18 unit pesawat terbang latih G-120 TP produksi Grob Aircraft Germany untuk TNI AU.

  • Sesuai dengan kontrak tersebut, pengiriman pesawat akan dilakukan dalam dua fase. Pertama, sebanyak 10 pesawat dengan dua kali pengapalan, yaitu empat pesawat pada Juni 2013 dan enam pesawat pada September 2013. Sedangkan fase kedua, sebanyak delapan pesawat dengan batas pengiriman terakhir pada Juni 2014.

  • Dengan demikian, Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa tidak ada keterlambatan kedatangan pesawat latih Grob G-120 TP. Semua sesuai dengan kontrak dan prosedur yang disepakati oleh kedua belah pihak


Atas dimuatnya tanggapan ini, kami mengucapkan terima kasih.

Brigadir Jenderal TNI Sisriadi
Kepala Pusat Komunikasi Publik
Kementerian Pertahanan RI

Terima kasih atas klarifikasinya. Berita tersebut kami kutip dari hasil wawancara dengan Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama Bambang Supriyadi.
-- Redaksi

Greenpeace Desak Pemerintah Optimalkan Energi Panas Bumi
Politik Kemakmuran Desa


Arsip
Edisi Sebelumnya
Edisi Sebelumnya
Rabu, 05 Juni 2013

Koalisi Sesalkan Manuver PKS

JAKARTA - Manuver Partai Keadilan Sejahtera yang menolak rencana kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi dikecam partai koalisi pemerintah Ulah