cloudfront
Jum at, 24 Mei 2013
Forgot Password Register Langganan cari
Nasional
Jum at, 24 Mei 2013
FREE!

Kepala PPATK: Itu Baru Pucuknya

SURABAYA - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkapkan, masih banyak perempuan yang menerima duit dari Ahmad Fathanah, tersangka kasus suap izin impor daging sapi. Mereka memiliki latar belakang berbeda dan belum terungkap ke publik.

"Ibarat gunung es, yang terlihat baru pucuknya. Yang tak terlihat di bawah masih banyak," kata Kepala PPATK Muhammad Yusuf, setelah memberikan kuliah umum di Fakultas Hukum Universitas Surabaya, kemarin.

Yusuf mengaku lupa jumlah persisnya. Seingat dia, ada sekitar 40 perempuan penerima duit dari orang dekat Luthfi Hasan Ishaaq, Presiden Partai Keadilan Sejahtera yang mundur pada Februari lalu, tersebut. Para perempuan itu, kata dia, beragam, dari ibu rumah tangga, pekerja seni, hingga wiraswasta. "Banyak sekali," katanya.

Dia belum bisa memastikan penerimaan duit tersebut masuk kategori pencucian uang atau hadiah. Yang jelas, seluruh temuan PPATK telah diserahkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi. "Belum tentu pencucian uang. Biar penyidik yang mengklarifikasi agar jelas statusnya."

Berdasarkan data yang diperoleh Tempo, ada 45 perempuan yang diketahui sebagai penerima duit dari Fathanah. Angka itu tidak termasuk jumlah yang diumpamakan Yusuf seperti gunung es itu. Ini diduga sebagai modus Fathanah untuk melakukan pencucian uang.

Aliran dana kepada para perempuan tersebut berlangsung sejak Maret 2004 hingga Februari 2013. Jumlahnya bervariasi, dari Rp 1,1 juta hingga Rp 2 miliar. Catatan transaksi itu diperoleh melalui penelusuran di rekening Bank Mandiri dan Bank Central Asia.

Sebagian dari mereka sudah menyerahkan uang pemberian Fathanah kepada KPK. Artis Ayu Azhari, misalnya, menyerahkan Rp 20 juta dan US$ 1.800. Sedangkan penyanyi dangdut Tri Kurnia Rahayu mengembalikan duit Rp 400 juta, Honda Freed, gelang Hermes senilai Rp 70 juta, dan Rolex senilai Rp 10 juta yang dibelikan Fathanah.

Juru bicara KPK, Johan Budi S.P., mengatakan lembaganya tak hanya mengandalkan data PPATK dalam melacak aliran duit Fathanah. "Data PPATK menjadikan proses penyelidikan lebih terang saja," katanya.

Pengacara Fathanah, Ahmad Rozi, belum bisa dimintai keterangan soal banyaknya perempuan yang menerima duit dari kliennya. Telepon dan pesan pendek yang dilayangkan Tempo tak dijawab. Jumat pekan lalu, Rozi mengatakan tak sampai 20 perempuan yang menerima duit Fathanah. KUKUH S WIBOWO | PRAGA UTAMA | ERWAN HERMAWAN | PRAM




Dari Artis Sampai Senayan

Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Muhammad Yusuf mengatakan baru sebagian kecil aliran harta Ahmad Fathanah yang sudah terungkap. Berikut ini di antaranya.

1. Artis, model, dan penyanyi

  • Ayu Azhari, Rp 20 juta dan US$ 1800 (sudah dikembalikan)

  • Vitalia Shesya, Rp 200-250 juta (dikembalikan dalam bentuk Honda Jazz, arloji Chopard Rp 70 juta, dan berlian Rp 90 juta)

  • Tri Kurnia Puspita, Rp 400 juta (dikembalikan dalam bentuk Honda Freed, arloji Rolex Rp 10 juta, dan gelang Hermes seharga Rp 70 juta)

    2. Kerabat hingga handai taulan yang belum diketahui hubungannya

  • Dewi Kirana, bekas istrinya, sekitar 400 juta.

  • Linda Silviana, istri Ahmad Zaky, sekretaris pribadi Luthfi Hasan Ishaaq (Presiden PKS 2010-Februari 2013), Rp 1,025 miliar (berstatus saksi di KPK).

  • Elsya Putri Adiyanti, total Rp 2 miliar pada Januari 2011 dan Januari 2013 (orang tuanya mengaku rekening Elsya dipinjam untuk transfer dana pilkada ke Fathanah)

    3. Petinggi PKS

  • Luthfi Hasan Ishaaq, Rp 3 miliar melalui Bank Central Asia pada 2004-2005. Pengacara Luthfi, Zainuddin Paru, membantah soal itu. Dalam rekaman percakapan dengan Luthfi, Fathanah mengaku memberi US$ 15 ribu kepada Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin untuk berobat. Hilmi membantah tudingan ini.

    4. Pengusaha

  • Denni Adiningrat, Direktur PT Radina Bioadicita, Rp 400 juta sebanyak 2 kali pada 15 Agustus 2012-29 September 2012.

  • Yudi Setiawan, PT Cipta Inti Parmindo, Rp 6,7 miliar pada 15 Agustus 2012-29 September 2012.

    NASKAH: ANTON | FEBRIANA FIRDAUS | PDAT

  • Yudi Setiawan Biayai Kader PKS ke Turki
    Larangan Parkir di Bahu Jalan Tak Efektif


    Arsip
    Edisi Sebelumnya
    Edisi Sebelumnya
    Kamis, 23 Mei 2013

    PKS Terindikasi Pakai Mobil Pemberian Fathanah

    JAKARTA -- Sopir mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq Ali Imran membenarkan bahwa kartu tanda penduduk miliknya pernah